Pardi S Salama, S.Pd

Saya terlahir dari keluarga yang hidup dengan segala kekurangan, tetapi memiliki M...

Selengkapnya

Kesenjangan antara pendidikan Formal dan Karakter

Nama : PARDI S, SALAM, S.Pd

Kategori Artikel (Opini) : Guru

Alamat Email : HYPERLINK "mailto:pardisalama@gmail.com" pardisalama@gmail.com

No Hp : 0821 9434 5353

KESENJANGAN ANTARA PENDIDIKAN FORMAL DAN KARAKTER

Sejak dulu pendidikan menjadi Prioritas Utama Pemerintah, dari masa kemasa selalu ada perubahan Sistem pendidikan di Indonesia dengan Tujuan untuk mewujudkan Pendidikan yang Berguna bagi Masyarakat Indonesia,bahkan saat ini Pendidikan menjadi salah satu Kebutuhan Utama masyarakat. Kenapa karena pendidikan yang menjadikan kita paham dan mengetahui berbagai Ilmu Pengetahuan, Orang-orang mengejar pendidikan mulai dari Tingkat dasar, SMP, SMA, Perguruan Tinggi S-1, S-2, bahkan S-3. Berbagai Gelar Akademik pun mampu diraih oleh banyak orang di negeri ini.

Hal ini menunjukan betapa Pentingnya pendidikan bagi Suksesnya Kehidupan, akan tetapi Kualitas pendidikan di Indonesia tidak Mampu mengimbangi Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, karena adanya penurunan Karakter bangsa ini, yang seharusnya antara Pendidikan Akademik dan Penanaman Nilai-nilai Karakter berjalan beriringan yang nantinya akan melahirkan Insan-insan yang memiliki Pendidikan Akademik yang Berkarakter dan nantinya akan menjadi jalan Pembuka bagi kebangkitan Dunia Ilmu Pengetahuan di Indonesia, bukan malah di pisahkan. Sehingga saat ini terjadi Penyimpangan Nilai-nilai Karakter bangsa, para Sarjana-Sarjana Intelektual tidak mampu mengimbangi Kemajuan Zaman, Para Intelektual berdasi tidak menjunjukkan Jati dirinya debagai orang yang Terpelajar, Para Pejabat yang Notabene berpendidikan Tinggi bahkan semuah Pendidikan Tertinggi sudah di Lalui, tetapi Moralnya seperti orang yang yang tak pernah Mengenyam Pendidikan.

Untuk apa Pendidikan sampai setinggi Langit, yang pada akhinya hanya melahirkan manusia-manusia yang memiliki Moral Rendah dan Payah.Korupsi,Kolusi, Nepotisme dan berbagai Pelanggaran Hukum terjadi karena dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan Tinggi, orang-orang yang Mengerti dan Sangat Paham dengah Hal buruk yang mereka Lakukan.

Ironis memang, yang semestinya dengan Pendidikan yang mereka punya mampu mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar karena memiliki orang-orang Intelektual.

Hal ini terjadi Karena Penurunan Nilai-nilai Karakter dalam dunia Pendidikan di Indonesia, orang –orang hanya mengejar Pendidikan Akademik semata sementara Nilai-Nilai Karakter diabaikan. Rasa peduli sesama tidak lagi ada dalam hati masing-masing orang, saat ini sistemnya serba Cuek, acuh tak acuh dengan keadaan disekitar, Saling menghormati saat ini hilang berganti dengan saling menjaruhkan dan saling sikut, Tolong menolong saat ini berganti dengan Anak buah dan Bos, Kamu adalah kamu dan aku adalah aku, Gotong royong saat ini berganti dengan Cuek dan saling Todong. Saat ini yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin Miskin, inilah Bukti penurunan Karakter bangsa.

Nilai-nilai Kepekaan terhadap teman, Kepedulian, kejujuran, tanggung jawab, dan Dedikasi merupakan wujud dari pendidikan Karakter, karena pendidikan karakter adalah pelajaran bagaimana kita menjalani Kehidupan ini.

Marilah kita Tanamkan Nilai-nilai Karakter di dalam diri masing-masin, dan pada Anak didik kita di Sekolah. Sehingga nantinya akan melahirkan Penerus bangsa Intelektual yang berkarakter.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali